Jalan-jalan ke Tugu Pahlawan Surabaya dalam perspektif bisnis.

Pada postingan kali ini, saya akan mengulas pengalaman jalan-jalan ke Tugu Pahlawan Surabaya bersama keluarga tercinta untuk refreshing dan observasi market bisnis. Mungkin bagi anda yang bertempat tinggal di surabaya, nama Tugu Pahlawan sangatlah tidak asing lagi. Sebagai salah satu situs bersejarah yang merupakan kebanggaan arek-arek suroboyo dalam mengusir tentara sekutu yang ingin melanggengkan kekuasaannya di kota Pahlawan. Selain sebagai situs bersejarah, sekitar Tugu Pahlawan pada hari Minggu pagi sering ditempati para PKL dalam menjajakan barang dagangannya. Beraneka ragam produk dijual oleh PKL mulai dari busana, sepatu, alat2 rumah tangga, alat2 teknik, makanan, minuman bahkan aneka satwa juga ada. Pasar dadakan ini berlangsung pukul 5-10 pagi. Mayoritas pembeli berasal dari Surabaya dan sekitarnya. Sayangnya, pengelolaan tempat jualan yang acak2an membuat kurang nyamannya pembeli yang mencari barang yang dibutuhkannya. Bila tata letak dan desain lapak para PKL dibuat sebagus mungkin, sudah tentu dapat menjadikan obyek wisata yang baru bagi kota Surabaya. Sayangnya, tempat yang berpotensi bisnis ini juga belum disentuh oleh para pengusaha roti yang dapat menjual produk rotinya di sana. Dengan harga yang sangat terjangkau, para pengunjung rata2 membeli produk di sekitar Tugu Pahlawan tersebut. Dengan target market jelas, para pengusaha roti dapat menjual produk rotinya dengan sarana mobil atau becak. Strategi market ini dapat menjadikan sarana promosi gratis untuk branch roti anda. Ide ini saya dapatkan ketika saya melakukan service mesin roti ke Magelang. Toko Roti yang didesain secara mewah tersebut bertempat dikawasan perumahan elite. Tetapi tingkat daya beli pengunjung yang kurang, sehingga toko rotinya pun terbilang sepi. Akhirnya diputuskan untuk membuat armada mobil sebagai sarana menjual produk rotinya ke end user. Alun2 kota pun dijadikan tempat untuk armada mobilnya dalam menjual produk rotinya. Dengan harga produk roti berkisar RP. 6.000,- per rotinya, produk rotinya laris manis di buru pembeli di alun2 kota tersebut. Dalam hal ini dapat kita petik pelajaran, produk roti yang mahalpun dapat kita jual ditempat yang biaya sewanya tidak mahal. Boleh jadi, konsep berjualan roti di mall/plaza yang harga sewanya mahal dapat kita gantikan dengan tempat umum yang harga sewanya relatif murah. Semoga ide saya ini dapat bermanfaat bagi anda yang ingin mengembangkan market produk roti anda.fkr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: